Fraktur Rahang

Fraktur rahang dapat menyebabkan nyeri, pembengkakan, pendarahan, patah atau hilang gigi, kesulitan dalam membuka mulut dan berbicara dengan jelas, mati rasa, mata cekung, atau penglihatan ganda. Pada umumnya, pemeriksaan fraktur rahang meliputi pemeriksaan umum wajah untuk mendeteksi deformitas, patah tulang, memar, atau bengkak. Pengambilan foto X-ray dan/atau computer tomography (CT-Scan) diperlukan untuk menentukan diagnosis.

Pengobatan fraktur tergantung pada sifat dan lokasinya; tindakan operasi mungkin diperlukan dan pada kasus tertentu cukup hanya dengan perubahan pola makan dan pengelolaan rasa sakit saja. Pasca operasi, pasien mungkin mengalami rasa kaku pada rahang untuk beberapa hari, dan pasien dianjurkan untuk mengkonsumsi hanya makanan lunak selama beberapa minggu.